Sering ada kesalahpahaman di dunia digital marketing: "Kita kan sudah pasang link website di Linktree, Mezzink, dan Bio Instagram. Harusnya ranking website kita di Google naik dong?"
Jawabannya: Sayangnya, tidak semudah itu.
Meskipun sama-sama berbentuk "link" (tautan), di mata Google, link di Bio Profile dan link untuk SEO itu ibarat Kartu Nama vs. Surat Rekomendasi. Bedanya jauh sekali.
Mari kita bedah perbedaannya dengan bahasa manusia, bukan bahasa robot.
1. Linktree/Mezzink = "Kartu Nama Digital" (Navigasi)
Bayangkan Linktree atau Mezzink itu seperti Resepsionis atau Kartu Nama.
Fungsinya: Memberi tahu orang jalan menuju produk kita. "Mau beli? Klik sini. Mau WA? Klik sana."
Efeknya: Memudahkan manusia (customer) agar tidak tersesat.
Di Mata Google: Google melihat ini hanya sebagai papan penunjuk jalan biasa. Google tahu link itu ada, tapi Google tidak menganggapnya sebagai prestasi.
Kenapa? Karena siapa saja bisa bikin Linktree gratisan dalam 5 menit. Karena mudah dibuat, Google tidak menilainya sebagai sesuatu yang spesial untuk mendongkrak ranking.
2. Backlink SEO = "Surat Rekomendasi Tokoh" (Reputasi)
Nah, kalau Backlink SEO (yang biasa kita kejar untuk naik ranking), itu ibarat Masuk Berita atau Direkomendasikan Pakar.
Contoh: Website berita besar (seperti Detik/Kompas) atau blog populer di industri kita menulis artikel tentang bisnis kita, lalu menyantumkan link ke website kita.
Fungsinya: Memberi validasi bahwa website kita terpercaya.
Efeknya: Google berpikir, "Wah, website ini diliput oleh media besar/pakar. Berarti website ini penting dan kredibel. Mari kita naikkan rankingnya ke halaman 1."
Di Mata Google: Ini adalah Vote of Confidence (Suara Kepercayaan). Semakin banyak website berkualitas yang merekomendasikan (ngelink) ke kita, semakin tinggi posisi kita.
3. Masalah Teknis: "Pipa yang Disumbat"
Secara teknis (tanpa bermaksud pusing), ada mekanisme yang bernama "NoFollow".
Mayoritas platform bio link (Linktree, Mezzink, Bio.link) memasang label "NoFollow" pada link mereka.
Ibarat pipa air, "NoFollow" itu seperti keran yang ditutup.
Pengunjung (manusia) tetap bisa melihat kerannya, tapi power ranking (air) tidak mengalir dari Linktree ke website kita.
Sebaliknya, Backlink SEO yang bagus bersifat "DoFollow" (keran dibuka), sehingga power dan reputasi mengalir deras ke website kita, mendongkrak posisi di pencarian.
Kesimpulan: Mana yang Kita Butuhkan?
Jawabannya: KITA BUTUH KEDUANYA, tapi untuk tujuan yang beda.
Gunakan Linktree/Mezzink untuk TRAFFIC SOSMED: Supaya followers di IG/TikTok mudah belanja atau menghubungi admin. Ini soal User Experience (kenyamanan pelanggan).
Gunakan Backlink SEO untuk RANKING GOOGLE: Kita perlu kerja sama dengan media, blogger, atau partner bisnis untuk menanam link di website mereka. Ini soal Authority (wibawa di mata Google).
Intinya: Jangan berharap ranking website naik drastis hanya bermodal Linktree. Linktree itu pintu masuk, tapi Backlink SEO adalah bahan bakarnya.